RSS

09 Jun

Pada suatu waktu kita pernah berada pada fase teramat dekat tanpa “jarak” hingga akhirnya ada sesuatu yang berubah, asing dan berbeda. Rasanya, “jarak” kita begitu jauh. Seperti bulan purnama 15 yang pergi menjauh dari bumi. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan yang teramat dekat mengorbit bumi, tiba-tiba pergi menjauh pada jarak terjauhnya 406.000 km dari bumi. Super Moon yang aku kenal berubah menjadi Mini Moon. Dalam dunia Astronomi, Full Moon Apoge namanya. Lihatlah Bulan Purnama di langit Timur! Ada yang berbeda pada Ramadhan tahun ini, tak seperti dulu. Sama persis seperti Bulan Purnama Apogee.

Kamu, iya kamu. Tak perlu berubah dan menjauh seperti bulan apogee malam ini. Aku akan memilih mundur dan pergi. 

Kamu tahu, hari ini sejak subuh langit begitu biru mempesona, biru tanpa awan putih. Mengingatkanku pada fenomena langit yang paling dinantikan oleh pak cik Ikal Andrea Hirata. Konon katanya, pejamkan mata dan utarakan permohonan. Aku tak mampu membendung kelu dihati dan air mata yang tumpah. Kamu tahu bagian tersulit yang aku lakukan dalam mencintaimu adalah kala memasrahkan pada ketentuan takdir langit. 

Kelak, andai kesempatan itu ada. Aku ingin semesta menceritakan bahwa dalam tiap sujudku, aku selalu memintamu hadir dalam bahagiaku dan kekuranganku adalah, ketidakmampuanmu menerima cintaku.

Moscow, Russia

®09.06.2017M/15 Ramadhan 1438 H

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2017 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: