RSS

Aku, Perjalanan, Waktu dan Nyanyian Layang layang merayu Awan

10 Feb

,…karena pada akhirnya ga ada yang salah ga ada yang perlu disalahkan dan dimaafkan. Kerikil terjal, pihak ketiga, hasad hati dan iri dengki yang mereka miliki hanyalah sebagai “perantara”. Hanyalah pemeran pemeran antagonis yang dikirimkan untuk melengkapi skenario langit. Kehampaan yang sangat menyakitkan. Toh, pada kenyataannya itulah garis tangan yang telah tertulis yang telah dipilihkan. Mau marah dengan kekecewaan yang tak terhingga? Aku menyadari tidak akan berguna sama sekali. Bagaimanapun, Bintang yang tergelincir pergi dari tangan dan tidak pernah lagi bisa diraih. Karena semesta telah mengukir abadi menjadi sebuah ketidakmungkinan, Kemustahilan yang selamanya tidak akan pernah berubah menjadi Keajaiban.
Ketika Langit menghapus huruf huruf yang aku bentuk menjadi Rasi Bintang di Langit…
Dear Bintang Selatan, katanya setiap nelayan, pelaut yang berlayar di samudra luas. Akan mendapatkan petunjuk jalan pulang pulang untuk kembali. Dimanapun kamu, semoga pesan ini sampai meski tanpa pesawat dengan kecepatan cahaya. Aku kembalikan Radar, Telepati dan Bintang Sirrius. Terima Kasih untuk semuanya…Biarkan langit menyelesaikan dengan Tabir rahasia yang tidak bisa ditembus, menyadari sangat Melelahkan dan sangat menyakitkan lebih dari apapun.
—Aku, Perjalanan, Waktu dan Nyanyian Layang layang merayu awan agar tidak menangis—

 
Leave a comment

Posted by on February 10, 2016 in Cerita Cinta

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: