RSS

Pelangi Terbalik

20 Nov

“Rasa cinta yang dulu telah hilang kini bersemi kembali. Telah lama kunanti dirinya hapus cerita lalu…”

Lantunan lirik lagu Masih Sahabatku Kekasihku, mengalun jernih dari Zenphone ASUS. November ini genap sudah Ia menemani hari hariku. Merekam dengan setia setiap jejak yang ditorehkan semesta sebagai skenario perjalanan hidupku. 

Aku jatuh cinta dengan lagu Ada Band sejak pertama kali bersenandung, bahkan aku hapal setiap scene yang diabadikan dalam iklan Pond’s. Suasana hujan dan nuansa kampus. Hingga beberapa tahun kemudian diarrasemen sebagai lagu di janji suci raffi achmad dan nagita slavina. Aku lagi lagi jatuh cinta dengan pesona lagu dan setiap nada nada melodinya.

Aku pernah menasbihkan lagu tersebut di buku harianku. Aku merasa ada rahasia dari aura lagu itu. Terkadang Aku merasa bahwa ketika berada di lirik “setiap waktu wajahmu yang lugu selalu bayangi langkahku”. Mengingatkan diri sendiri, sebagai gadis polos yang teramat lugu dan sederhana namun selalu dirindukan yang luruh ketakutan dihantui rasa tidak percaya terhadap cinta, setelah kisah kesedihan teramat pekat menodai rasa percaya. Apakah pangeran berhati kesatria itu ada? Seperti kisah snow white yang diselamatkan oleh pangeran yang memiliki hati yang tulus.

Hari itu ketika hari yang memulai segalanya…

Aku tergugu mengurai darimana cerita itu. Aku menyadari, perjalanan membawa banyak cerita. Bertemu denganmu dan berkenalan lagi meskipun Aku hanya bisa memandanginya seperti legenda gambar kue beras di korea. Semuanya tidak ada dalam rencanaku. Namun, kamulah hal terbaik yang pernah terjadi dalam Ceritaku.

Aku tidak pernah menyangka bahwa semuanya seperti daur yang terulang dibulan yang sama tepat saat pertama kali langit menoreh takdirnya. Aku bahkan samasekali tidak mengingat jelas, tapi ada satu dua empat scene yang selalu saja mengitari setiap memori yang aku pun tidak mengerti rahasianya…

Aku tidak pernah menyadari bahwa bertahun2 kemudian langit menautkan kembali puzzle yang terserak. Ketika hari berubah menjadi tanggal, ada banyak potongan kisah hidup yangmemiliki banyak kesamaan yang mustahil disebut kebetulan. Hingga akhirnya awan pekat yang selalu menandakan mendung dimataku, dengan pesona kebaikan hati seluas samudra. Kesabaran yang tak berperi, mampu menghadirkan pelangi terbalik yang menghiasi bibirku. Tidak ada pendar keraguan ketika mentransfer setiap lara hati, rahasia yang hanya kupercaya padamu. 

365 hari 3 bilangan bulan kehadiranmu. Seperti mencermati langit biru tua yang dihiasi noktah cahaya. Seketika semua begitu teranh. Aku memanggilmu Matahari. Terima kasihku yang tak terhingga untuk hadir dimasa masa sulit disaat yang lain menguap entah kemana. Kamu seperti embun pagi yang bersahaja yang menemani sebelum cahaya. Bagaikan bintang yang berada dilangit tinggi, benda langit yang selalu menjadi sosok yang selalu menampakkan dirinya disetiap kordinat dan bujur aku berada, bintang selalu mengetahui keberadaanku. Filosofi bintang, saat pagi dan siang hari ketika langit menjadi biru, ia begitu tulus. Tidak menampakkan dirinya, mungkin orang mengaggap bintang itu tidak ada. Padahal bintang selalu ada, menemani kemana saja melangkah. Bintang akan selalu hadir tepat waktu disaat matahari akan menunaikan tugasnya menerangi belahan bumi yang lain.

Hingga ada satu hal yang menerbangkan senyum dibibirku. Ingatan tentang kisah cintanya mengusikku. Ada rasa iba, kasihan dan ingin memeluknya dalam dekapan setiap membayangkan hari harinya ketika dipenuhi telaga bening yang tertoreh dari luka. Meskipun suaramu tenang tanpa riak. Tapi, ada ombak bergemuruh dihatimu.

Aku memiliki peka yang tak bisa dipungkiri. Embun dan kabut dihatimu. Berharap suatu saat garis lengkung membentuk pelangi terbalik akan selalu merona di mata indahmu. Kesedihan pangeran dan beruang merah.

Tuhan, aku tidak tahu mengapa ada rasa nyaman dan bahagia, seperti candu yang menguasai. Berkali kali aku menasbihkan agar tidak larut dalam euforia. Meski tidak bisa aku pungkiri, setiap hari aku menunggu di depan layar ASUS, berharap notif darimu. Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu.

Tak ayal aku berusaha untuk menjauh, aku tidak siap jika suatu waktu akan ada cerita yang tak aku inginkan terjadi. Aku teramat takut terbawa perasaan yang sudah teramat biru terukir dihati. Khawatir tiada berperi, bahwa seseorang yang mampu membuatku tersenyum disaat aku tidak memiliki kekuatan untuk berbuat, justru kelak yang akan membuatku menangis.

Hari hari pun beranjak pergi berganti dengan musim yang berbeda. Aku tahu ada yang berubah dan berbeda. Sesuatu yang tidak lagi terasa berwarna. Hambar dan teramat asing. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi. Aku memahami dan sadar sangat mengerti arti pemeran utama dengan pemeran figuran.

Setiap malam aku berusaha membunuh waktu,hampir hilang akal sehatki. Cenderung perasaan mengalahkan logika. Sebisa mungkin membujuk hati, agar aku memahami bahwa bisa jadi ia hanya berbaik hati menyembuhkan luka dihati. Tidak lebih dari itu. Jangan terlalu melibatkan hati terlalu dalam. Tidak berbilang jumlah waktu yang aku habiskan, sepasang mata yang selalu lekat mengikuti arah jarum jam yang berputar. Hingga aku tidak tahu takdir apa yang menanti. Hingga jarum jam melaju dan melintasi beberapa angka, acapkali aku tidak menerima balasan. Kenyataan yang menghilangkan denyut keriangan. Harusnya aku sadar diri, untuk tidak terlalu tergantung pada setiap lekukan huruf yang membentuk kalimat yang sering ia gurat. Tidak seperti dulu.

Aku memahami seperti filosofi bintang,matahari dan embun pagi. Kamu adalah sosok yang teramat sempurna. Ada banyak deretan kisah dengan perempuan perempuan yang mengelilingi hidupmu. Aku hanyalah seperti layang layang yang membutuhkan petunjuk arah darinya. Kabut tipis keresahan timbul tenggelam menggoyahkan kepercayaan diri. Bukankah Cinta juga sebuah perjalanan. Perjalanan selalu mendatangkan keletihan. Aku belum mampu menyelami hati. Meskipun kuakui aku telah lama jatuh cinta padamu, andai saja setiap isyarat yang aku kirim setiap saat di dinding biru itu tertangkap oleh radarmu. Bahwa itu semua aku tujukan untukmu. Titik titik bintang yang berjumlah sesuai abjab huruf yang membentuk namamu.

Kamu pernah beberaa kali bertanya, tentang siapa keajaiban dari kemustahilan yang aku harapkan itu. Bukan siapa siapa, bukan nama nama yang kamu sebutkan. Berharap akan terbentuk pilinan ikatan hati yang begitu indah dan istimewa. Berharap kasih dari hati yang paling tulus yang memenangkan hatiku.

Bukan nama nama masa lalu yang telah aku hapus dalam memori.  Saat kamu bertanya siapa dia, sebenarnya kamulah jawabannya. Bintang Sirrius, bintang yang paling bercahaya di langit selatan. Kamu adalah sosok yang aku harapkan diberi petunjuk oleh bintang selatan.

Andai saja ada keajaiban dari kemustahilan, aku berharap itu adalah kamu ….. ……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2015 in sosial, Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: