RSS

Catatan yang keliru

22 Aug

Bunda! Mengapa Keizia tidak boleh pacaran?
Sebuah teori akan jarang mengendap di hati, begitu juga dengan pengalaman. Ada kalanya meski sudah ribuan kisah pengalaman terpatri dalam sejarah dan cerita, tetap saja kita baru akan sangat memaknai suatu hal ketika kita sendiri yang mengalaminya. Betapa pun pahitnya akan membuat kita lebih menghargai hidup. Itu alasannya mengapa Bunda mempersilahkan Keizia untuk mulai mengarungi asam manis pahit asin kehidupan ini, agar Keizia sendiri yang bisa mengambil pesan moral dan hikmah yang bertabur di semesta. Itu jauh lebih terpatri dalam jiwamu nak.
Tapiii, khusus untuk hal yang 1 ini. Bunda sangat memohon dan tegas melarang Keizia untuk tidak mendekatinya. Apalagi mencoba membuka hati di saat belum tepat.
Nda, bukankah bunda sendiri yang mengatakan supaya keizi sendiri yang langsung mengalaminya tak sekedar teori belaka?
Iya sayang! karena Bunda tidak ingin Keizi mengalami virus yang sangat menyakitkan. Perkara ini sangat berbeda anakku, jika kamu jatuh dan terkena goresan kayu runcing, terpeleset dari gunung, berguling2 di lumpur, terkena serpihan logam, dan lain lain. Itu sakitnya di fisik saja. Seminggu dua minggu juga akan sembuh. Namun, jika kamu terluka, kecewa, di khianati, kacau balau dengan perasaan yang tidak karuan, itu besar sekali efeknya.
Jika kamu terluka karena terkena jari jari sepeda, meski sakit, bukankah masih bisa mengerjakan PR, minum, membaca, menggangu Papa dan Bunda, menghilangkan Tabung reaksi abang, menyembunyikan Kamera Papa, usil dengan adikmu, masih bisa melakukan hal hal lain.
Tapi itu berbeda takkala kamu sudah kadung terperangkap dalam kekacauan hati karena virus cinta.
seluruh saraf saraf seolah kompak merajok, seluruh anggota tubuh terasa lunglai tak berdaya. Keizia sayang! Jika biasanya seseorang bahkan sanggup menggangkat galon air meski ngos ngosan sepulang lomba lari atau keliling gunung Simeru, tapi Ia tetap ada kekuatan.
berbeda sekali jika kamu sudah kadung patah hati, cemburu, kecewa dll.
Kamu bahkan hanya terkapar tak berdaya, jangan mengangkat 1 buku astronomi kesukaanmu, mengangkat selembar kertas saja terasa berat, bahkan jemari pun tak sanggup bergerak. yang ada hanyalah slide tentang dia yang hadir kemanapun kau pergi, seperti tak habis habis di charger wajah orang yang kamu cintai. Selalu saja hadir bahkan tak bosan bosan muncul di pikiran dan hatimu. Bahkan seolah dia menjadi lukisan di setiap sudut rumah.

Keizia Sayang!
ketika Keizi berada di titik tersebut, bisa jadi kamu akan penuh harap penuh lara, seandainya di beri kesempatan untuk menghapus cerita di pilinan takdirmu, maka sebisanya kamu akan meminta untuk menghapus cerita pertemuanmu dengannya.
Nda…
Keizia, Cukup Bunda yang sudah sangat teramat mengerti, paham, yang mengalami hal yang paling menyakitkan itu.
Kamu tahu, butuh waktu berbulan bulan untuk bisa berdamai dengan hati. berapa banyak waktu yang rugi. Penyesalan bunda yang sangat terdalam adalah, belasan tahun silam. Tepat di Ramadhan ke 16, malam itu di saat bunda tersungkur jatuh dan perih berusaha menata hati, ada sebuah perasaan debar yang tak terjelaskan dengan logika meluluhkan pertahanan hati bunda. Berurai air mata menguntai pilinan doa agar di beri keluasan hati untuk memaafkan, keluasaan hati untuk ihklas. Ada banyak doa bunda haturkan agar bunda bisa mampu untuk berbuat.
Mendamaikan Hati dan Logika dan menempa hati.
Keizia tahu, bahkan Bunda acapkali lupa hari ini hari apa? ketika memegang gelas pun jatuh, banyak lupa, bahkan bunda sering sekali tidak mampu bernalar untuk menyelesaikan soal sains yang sangat mudah.
di saat tidak memiliki kekuatan untuk berbuat, kala logika terus berjuang agar tidak di dominasi perasaan, tersungkur di sajadah, di saat yang sama pula sahabat sahabat Bunda, justru telah banyak berbuat untuk dirinya, keluarganya, bangsanya, bahkan menggelar penggalangan dana untuk membantu sodara sodara seiman di Gaza, Palestina.

Banda Aceh, 14 Juli 2014
Penghujung Malam, 16 Ramadhan 1435

Untuk putri kecil Bunda, Kheizia ShafiraKinanthi

*Cerita ini salah satu kumpulan dari Calon Novel, Coming Soon yak*

Kerinduan yang tak berbilang dan tak terhingga

 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2014 in sosial

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: