RSS

bakat yang “tersesat”

01 Mar

apakah kalian punya bakat yang “tersesat? Aku punya, dan sekaligus “bakat” yang membuat ibu & juga kakakku geleng2 kepala kepala saking tak sanggup untuk mengatasi kebiasaan unik itu, bahkan akhirnya sang kakak y teramat perfeksionis dalam hal kebersihan & kerapian rumah pun akhirnya mengibarkan bendera putih simbol menyerah akan hobi adiknya y sudah belasan tahun. bahkan ia menyebut kamarku sebagai kamar kotak2 kardus, saking banyak barang2 antik yang aku simpan dikotak kardus, kamarku tak ubahnya gudang, tapi aku justru merasa nyaman krn justru dikamar kotak2 ini otak bisa lebih kreatif banyak ide2 unik & briliant hadir dari kamar ‘antik” heuheu. Parahnya lagi aku justru akan blanks & bingung harus berbuat apa jika kamarku telah tertata rapi & berbeda, aku menyebutnya “surga” untuk sebuah suasana “berbeda” dari habitatnya. masalahnya jika semua tertata rapi aku bigung harus mengambil benda2 ajaib atau pun buku, jadi lebih nyaman & ide menulis bermunculan ketika buku2, majalah, novel2 bertebaran penuh acak, ditambah dengan koleksi aneh dan tak penting, bahkan kertas ulangan SMA pun masih aku simpan. Ibuku pernah bilang, jika semua hal2 kertas2 itu disimpan bakala jadi mesium tu kamar, kan udah ada rapor jadi tak perlu kertas2 ulangan, ujian itu disimpan. dan satu hal yang paling ajib karena aku juga menyimpan surat cinta pertama kak inda hag hag, berterimakasihlah dia pada adiknya yang seperti arkeolog purbakala heuheu

 

suatu hari Teteh (red:Bibi) pernah mengatakan sebuah statement, katanya dalam sebuah keluarga ketika memiliki anak, diantara anak-anak tersebut akan ada satu yang “berbeda’ dan bikin sakit kepala. dan aku yang mendengar pembicaraan itu secara mengendap2 pun mengangguk setuju ga pake bantah.

 

aku tak ingat sejak kapan memiliki bakat aneh itu, yang jelas setiap saat kala mencuci baju atau membereskan rumah, diantara ketiga anak2 ibuku, selalu saja namaku y menjadi prioritas u mendapatkan “kultum”, mulai dari tak pernah absent membuat baju penuh getah, atau baju y penuh darah krn seringnya balapan sepeda dan menabrak pagar rumah tetangga, bahkan aku pernah menabrak pagar bambu guru SD, bonus pagar kawat rumah tengku mengaji. biasanya aku akan lari kemesjid dan membersihkan luka-luka, nah y uniknya dimesjid ada kran air panas, y aku tahu disekolah, bu guru IPA ku bilang klu air hangat itu bagus untuk membunuh kuman. 

Tidak hanya itu, aku juga paling suka mengoleksi batu-batu, atau keramik y biasanya dipakai untuk permainan aku lupa namanya, kami dulu menyebutnya mae Che. sebuah permainan dengan menggambar beberapa bentuk di tanah lantas memainkannya dengan menggunakan uang logam, batu tipis, atau keramik y sudah dipatahin. nah biasanya aku selalu membawa pulang perkakas tersebut kerumah, termasuk mengoleksi kelereng, ranting2 unik, tutup botol, kaleng lucu, dan benda-benda aneh laiinya. prinsipku saat itu buat kenang-kenangan klu sudah dewasa.

 

mau tau tempat persembunyian barangbarang “ajaib” itu? aku menyimpannya di belakang lemari atau didalam tas, hanya saja ibuku tipe ibu yang sangat rajin tak ada waktu y terbuang percuma, mau selelah apapun itu selalu saja punya ektra tenaga untuk menjelajah setiap ruas rumah untuk dibersihkan, dan bakatnya tersebut pun diwarisi oleh kakakku kadang aku sering bertanya mengapa aku jauh berbeda dengan kedua sodaraku apakah aku anak angkat? heuheu dan betapa shock ibuku saat melihat di dalam lemari tepatnya di sela2 baju kebayanya ternyata tersimpan “benda purbakala” si anak badungnya, tidak hanya di lemari pakaian, tetapi juga lemari tempat menyimpan peralatan pecah belah, bahkan aku pun memanjat loteng y ada tripleknya y sengaja aku lobangi, biasanya terbongkat tempat rahasia ketika sang tukang memperbaiki atap rumah.

 

Ibuku masih berharap kebiasaan anaknya yang seperti ahli purbakala akan berubah ketika beranjak kelas 5 SD, dan ternyata dugaannya pun tak sesuai harapan, malah bertambah parah yangtidak hanya membuat sang ibu pusing tujuh keliling tetapi Nima (panggilan kesayangan u kakak ibu) pun tak habis mengomel2 melihat kebiasaanku.

jadi begini, setiap baju baru yag dibelikan aku hanya memakainya sekali atau dua kali itupun ketika lebaran saja, lebih parah lagi baru akan aku pakai ketika bepergian untuk silaturahmi kerumah sodara, nah y membuat ibuku palak adalah, ketika pagi lebaran aku akan memakai baju lama y sudah memble, plus sendal jepit. Alasannya apa? aku punya istilah baju kesayangan, jadi saking sayangnya sama baju maka aku tidak akan memakainya lebih baik aku simpan, karena jika dipakai maka akan kotor jika sirup ataupun coklat & kue basah jatuh mengenai baju. Apalagi aku anak y lasak, terus jika pake baju baru aku tak bebas, permasalahannya adalah apa kata sodara-sodara ibu & ayah, ketikamereka datang kerumah melihat keponakannya memakai baju memble dg sendal gembel, mereka pasti akan mengira ibuku layaknya ibu tiri y tak mau berbaik hati membeli baju baru untuk anaknya. maka dengan mengomel2 ibu akan berceramah panjang, dan lagi2 itu hanya bertahan sebentar. 

 

alhasil yang terjadi adalah semakin lama berat & panjang badanku pun bertambah bukan? otomatis baju-baju tersebut tidak muat lagi, yang terjadi adalah ibuku adalah sosok yang sangat berbaik hati & mulia hatinya suka memberi baju-baju anaknya yang tak muat lagi untuk keponakannya dan untuk anak-anak yatim. parahnya lagi semua tau kebiasaan ibu, jadi sudah seperti menandai baju2 ku dan hapal coraknya. Permasalahannya adalah aku akan mencak-mencak tak mengizinkan bajuku disumbangkan untuk anak-anak yatim, biasanya alternatif lain adalah “baik, klu tak mau memberi untuk anak-anak tak berpunya, berikan u sepupu kamu.” Tapi justru yang akhirnya membuat aku makin berang takkala baju y masih baru tsb malah jadi kucel bin kotor ketika sepupuku memakainya. & aku pun berubah menjadi pelit

 

berbeda dengan K Linda yang akan sangat berbaik hati memberikan baju2nya, tapi yang anehnya ada pengecualian untukku, dia hanya pelit bagi adiknya y super badung. Tiap kali ayahku memberi nasehat bahwa jika kita memberi baju untuk orang yang tak berpunya maka akan mendapat pahala, lagipula untuk apa menyimpan baju-baju yang tak muat lagi, justru Allah tak suka jika kita membuang-buang harta, ibuku juga tak ketinggalan membujukku. 

pernah beberapa kali baju-baju tersebut berhasil diberikan tanpa sepengatahuanku, meskipun ujung2ya akan terjadi hari hari merajuk tak mau makan sambil menangis disudut kamar (meskipun akhirnya kabur kerumah Nima mencari makanana demi menahan gengsi)

 

Hingga suatu hari ibu pun kehilangan kesabaran, karena aku menjalankan misi menyembunyikan baju-baju tersebut, dan ibu gagal memberi baju kepada anak sodara. Lantas setelah menjelajah setiap sudut & tempat persembunyian rahasia ibu pun menemukan baju-baju tersebut yang telah aku balut dengan koran dan menyelipkan di antara baju2 rongsokan alias baju2 memble. disinilah semua pertarungan akan berakhir dengan penuh haru yang akan selalu aku kenang sekaligus malu jika mengingatnya, bukan malu dg “peperangan” menyembunyikan baju, tapi karena akhirnya akupun mengungkapkan alasan yang tak pernah berani kau ceritakan. moment berharga dimana aku sangat menghargai kebijkasaan sang ibu kepadaku, sekaligus aksi damai yang membuat ibu terpana untuk beberapa menit. mau tahu kelanjutannya?

begini, siang itu sepulang dari sekolah dan makan siang, ibuku menghampiriku dan mengatakan bahwa baju-baju yang aku sembunyikan sudah ditemukan, sekarang mau tidak mau aku tak boleh lagi egois, karena baju2 tersebut sudah tak muat lagi, lantas aku membantah, tapi baju itu masih baru dan aku tak rela jika baju tersebut menjadi penuh getah, dipake tanpa perasaan oleh anak-anak itu, lantas ibu pun tak kalah berargumen, salah sendiri siapa suruh tak mau memakainya, saking palaknyamenghadapi ananya y mendekap baju2 tersebut erat2 ibuku ampe bilang, dedek pernah lihat jenazah yang dikuburkan? apa yang dibawa pulang? cuma kain kafan kan? nanti diakhirat ga akan ada guna lagi harta ketika didunia jika tak dipergunakan u amalan. bla bla bla bla bla hingga akhirnya aku tak punya alasan untuk membantah, lantas sambil terisak aku pun menyerahkan baju-baju tersebut, yang telah aku masuin kedalam kain persis cem bentuk di film2 y orang mau mengungsi.

 

saat itu untuk terakhir kalinya, karena melihat aku menangis, Ibu pun bertanya dengan bijak, sebenarnya apa alasan dedek untuk tak mau memberi baju tersebut, ibu tahu dedek bukan anak yang pelit, tapi mengapa berbeda untuk masalah baju, tak seperti biasanya suka berbagi untuk orang-orang tak mampu.

lantas dengan mengumpulkan keberanian & menggigit bibir sembari menutup muka rapat-rapat aku mengatakan sebuah Alasan yang membuat Ibuku terpana, sekaligus takjub, meskipun akhirnya buncah menahan tawa, untuk sebuah kalimat yang tak pernah terbayangkan akan keluar dari mulut seorang anak SD kelas 5.

sambil menangis sesunggukan aku bilang “baju-baju milik dedek yang lain boleh kok dikasih ke sodara atau anak yatim silakan ambil, dedek ga akan marah, tapi tidak untuk baju2 yang ini, Silahkan saja semua baju yang lain diambil, tapi tolong tinggalin 5 baju yang ini. karena ini adalah baju yang paling bersejarah banyak kenangan, jadi biarkan baju ini tetap disimpan untuk kenagan2an”. klu pun lebaran ga dibeli baju juga ga apa2 yang penting jangan ambil ke 5 baju ini.

tapi siapa yang akan memakai baju tersebut? dan buat apa?”tanya ibu.

“karena baju itu baju kesayangan dan masih baru, dan baju ini akan dedek simpan untuk anak dedek kelak klu sudah dewasa, dedek janji baju ini akan dedek jaga dan ga akan digigit tikus”

do you know? Ibuku langsung terdiam sekaligus terharu bin Takjub, hatinya pun menjadi luluh tidak menyangka bahwa putri kecilnya yang masih belia telah memikirkan sebuah hal yang tak pernah terbayang dibenaknya.

trus ibuku bilang “jadi dedek yakin, dan serius mau menyimpan untuk anak-anak dedek kelak? tapi kan dedek masih kelas 5 SD, dan itu masih sangat lama bukan? ibuku menatap lembut. lagipula apa baju tersebut masih akan tetap bagus, dan harus menunggu lama dari bayi hingga beranjak SD baru bajunya muat dipakai. 

Aku bilang, aku percaya baju tersebut akan tetap bagus & terjaga dengan baik. Actually, aku begitu beruntung memiliki ibu yang sangat bijaksana, meskipun dsatu sisi Ibu juga merasa lucu dengan keinginanku tapi beliau tetap memegang janji tersebut, membantuku menyimpan baju2 tersebut dan merawatnya dengan baik hingga akhirnya pada tahun 2009 aku pun merealisasikan janji masa lalu, dulu aku berjanji akan menyimpan baju tersebut untuk anakku kelak, tapi semua pun berbeda,  aku merubah janji tersebut, alasannya aku teramat mencintai anak dari teh Tis, (adik bungsu ibu) yaitu Cha-cha, bahkan namanya pun aku juga yang memilihkan nama untuknya Nhaisya Ayunda Feyla, tidak hanya itu chacha juga mewarisi semua sifatku masa kecil, si kakak menyebutnya fotocopy diriku. Apalagi dia teramat genius & suka astronomi serta badung tapi baik hatinya. Akhirnya aku menyerahkan semua baju2 tersebut untukknya, dan surpriseya baju tersebut masih terjaga warnanya bahkan masih kelihatan baru, hanya saja bedanya adalah Cha-cha memakai baju tersebut tepat di saat usianya 5,5 tahun karena postur badannya yang lumanyan subur, chacha meyebutnya sehat.

Saat Chacha memakai baju tersebut, aku melihat ada selaksa embun di relung mata Ibuku, aku tak tahu apa yang beliau pikirkan, bisa saja Ia seolah mengenang sosok diriku dimasa kecil atau bahkan tentang sebuah perisitiwa di siang itu belasan tahun yang lalu, tentu saja pada saat aku mengutarakan niat untuk memberi baju tersebut, ibu pun tak lupa mempertanyakan kesungguhan itu, apakah aku yakin tak lagi menangguhkan waktu untuk memberikan kepada anak-anakku? aku pun menjawab, tak apa-apa lagian chacha sudah sangat mewakili sifatku dimasa kecil dan itu sudah sangat cukup bagiku, lagian jika harus menunggu aku menikah pun belum pasti kapan waktunya :.

Aku tak tahu apa yang ada di pikiran beliau, seperti ada rasa berat melepaskan baju tersebut, yang aku pahami adalah seperti melepaskan sesuatu hal yang paling berharga dalam hidupnya, sama hal nya ketika aku melihat ayahku yang sampai belai2i menyimpan sepatu si Reza, yang saat itu mau dibakar oleh kak linda. Alasannya adalah sepatu itu adalah milik eja yang dipakai ketika berusia 4 tahun dan beliau ingat betul moment saay reza foto distudio, jadi jika sepatu tersebut dibakar, itu seperti membakar kenangan2 bersama Reza, dan seperti membakar anaknya. kelak kau pasti akan merasakan cinta itu.

Overall, thank Mom & Dad! atas kepercayaan yang teramat besar untukku, sebuah bentuk cinta tanpa syarat yang memiliki kekuatan cinta tak hingga. 

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: