RSS

Peumulia Jamee (memuliakan tamu) adalah Tradisi Endatu Aceh

29 May

Inilah  yang terbayang ketika mendengar kata ”Aceh”. Peperangan, konflik bersenjata, negeri teramat panas berselimutkan rasa ngeri, terletak di bagian paling barat Pulau Sumatera. Apalagi pasca tragedi Tsunami 26 Desember 2006 lalu, mengundang simpati seluruh dunia, semakin menambah daftar “keangkeran”. Tapi itu cerita lama, karena semuanya telah berdamai dengan waktu. Karena sesungguhnya Aceh menyimpan jutaan pesona yang belum tuntas tersingkap. Aceh juga dikaruniai Tuhan dengan kekayaan dan keindahan alam serta budayanya yang maju. letak geografis daerahnya menguntungkan karena terapit di antara Samudera Indonesia dan Selat Sumatera sehingga menjadikan pantainya seperti untaian zamrud. Letak geografis Aceh sangat strategis sekali, yang merupakan pintu gerbang Selat Malaka. Di apit oleh benua Asia membuat menjadikan Aceh bak putri kayangan yang cantik jelita. Perpaduan budaya pun menjadi ciri khas negeri-negeri ini, dengan ciri khas utama budaya Islam. Aceh di ujung utara Pulau Sumatera identik dengan Aceh sebagai Serambi Mekah. Perpaduan yang sangat sempurna, menarik dan unik, dengan pesona alam yang begitu eksotik seperti keindahan pantai Lhoknga, Sunset di laut ule lheu, Alue Naga, Sabang dan masih banyak keindahan bak surga dunia ada di sini di Aceh, yang terletak di 2o – 6o Lintang Utara dan 95o – 98o Bujur Timur. Batas wilayah adalah Utara : Samudra Indonesia dan Laut Andaman, Selatan : Sumatra Utara, Timur : Selat Malaka, Barat : Samudra Indonesia. Tapi, sabar sedikit ya, karena saya akan menceritakan kepada kawan-kawan semua dan izinkan terlebih dahulu saya memperkenalkan akan karakteristik dari orang aceh itu sendiri, karena bagaimanapun tersohor ataupun indah tiada tara sebuah tempat, tetapi jika seseorang belum mengenal bahkan masih teramat ragu dalam memberikan sebuah kepercayaan akan rasa aman untuk sebuah tempat tujuan baik itu wisata ataupun bulan madu misalnya, yang sangat diinginkan adalah kenyamanan, keramahtamahan serta keamanan pastinya.

Saya banyak menerima pertanyaan dari kawan-kawan yang ada di luar kota, yang ingin sekali ke Aceh tetapi ternyata masih ada juga agak takut dengan keamanan, bahkan juga dengan karakter orang Aceh yang cenderung tegas, keras, pemberani, hal ini wajar lantaran image tentang Aceh dilukiskan sebagai sebuah wilayah yang mengerikan, penuh pergolakan dan bergejolak, hihi serem ya! tapi pada kenyataan ini berdasarkan pengakuan dari kawan-kawan yang sudah pernah tinggal ataupun yang pernah berlibur ke Aceh, ternyata orang Aceh tidak seangker yang dibayangkan, justru sebaliknya terkenal lembut dan ramah tamah, malahan ada sebuah tradisi yang sudah mendarah daging di Aceh, adat peumulia jamee (adat memuliakan tamu).

Ada sebuah cerita lama yang mengisahkan tentang betapa orang Aceh sangat menghormati tamu malahan pantang sekali mengecewakannya, dari kisah turun temurun tersohor kabar tentang pelayanan masayarakat Aceh dalam menjamu sang tamu,  kisah lebih kurang seperti ini “Jika kita sempat menyeberang ke Pulau Aceh, kita disambut bak seorang raja. Sejak dari tempat pendaratan boat, kita dilayani dengan ramah, dibawa ke warung, dan ditawarin makanan apa saja, asal kita sanggup memakannya. Tapi jangan berharap kita akan dibawa-bawa jalan-jalan mengelilingi Aceh, dan menikmati pemandangan di Pulau Aceh. Begitu kita selesai makan, kita diantar ke tempat pendaratan boat untuk kembali pulang”.

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: