RSS

Legenda Tsunami di Negara sodara Tua (Jepang-Aceh Indonesia)

28 May
Legenda Tsunami di Negara sodara Tua (Jepang-Aceh Indonesia)

This slideshow requires JavaScript.

Ada 16 Gempa besar yang berkekuatan lebih dari 8.5M yang tercatat sejak 1900. Dua diantaranya gempa Aceh dan Gempa Jepang. Walaupun gempa itu bukan yang terbesar sepanjang sejarah didunia namun keduanya sangat berarti dan cukup menarik perhatian karena sangat fenomenal. Gempa Aceh 2004 dan Gempa Jepang 2011 terpaut 6 tahun relatif pendek dalam kurun waktu geologi, namun keduanya termasuk satu kelompok besar yg terjadi pada sekitar abad 21.

entah apa maksud dari serba kebetulan antara Aceh dan Jepang, jika di tilik dari ragam budayanya, ada banyak kesamaan, mulai dari bantal duduk sebagai tempat bertumpu tamu, kesamaan makanan, budaya dan lain-lain. bahkan di sebuah seminar Jepang di banda aceh tepat satu minggu sebelum gempa dan Tsunami melanda Jepang 11 Maret 2011, perwakilan dari negara Jepang tersebut bahkan mengatakan Indonesia khususnya Aceh adalah “Sodara Tua”, apalagi jika ditilik dari sejarah tempo dulu muli dari munculnya peradaban dan persebaran penduduk di berbagai belahan benua di dunia…Bahkan disebut juga bahwa nama Sunda,bukanlah nama untuksebuah suku di seperti yang dikenal saat ini di Indonesia, yaitu salah satu suku yang ada di Bandung. SUNDA adalah nama sebuah penduduk asli nenek moyang dunia yang dulunya jauh sebelum gunung Tambora dan Gunung Toba meletus mereka telah menduduki benua besar tepatnya Leumuria yang diyakini bahkan penelitian oleh prof. santos menyatakan bahwa Indonesia adalah sisa dari Benua Leumuria Atlantis yang hilang.

NB: untuk bab ini masih bersambung akan saya teruskan lagi pembahasan yang lebih lanjut

********

gempa Aceh, alias gempa akbar Aceh alias gempa megathrust Sumatra-Andaman 2004, korbannya mencapai lebih dari 300.000 jiwa sementara dalam gempa akbar Jepang, alias gempa megathrust Tohoku 2011, korbannya diestimasikan 10.000 jiwa meski skenario terburuk memperkirakan hingga 20.000 jiwa. Durasi gempa atau lamanya waktu gempa berlangsung bisa menceritakan bagaimana proses pematahan segmen kerakbumi yang menjadi sumber gempa, apakah lambat (sehingga merupakan gempa lambat) atau cepat. Durasi gempa juga bisa digunakan untuk mengestimasi sebenarnya berapa segmen kerakbumi yang terlibat dalam suatu gempa, apakah tunggal ataukah ‘koalisi‘.

Gempa akbar Sumatra-Andaman 2004 merupakan gempa berdurasi terpanjang dalam sejarah seismologi, yakni 10 menit. Dengan demikian kecepatan pematahannya mencapai (rata-rata) 2,7 km/detik, yang tergolong menengah bagi sebuah gempa. Namun nilai kecepatan ini sebenarnya bervariasi, yakni lebih cepat di selatan dan kian melambat menuju ke utara. Ini mengindikasikan bahwa gempa akbar Sumatra-Andaman 2004 setidaknya dihasilkan dari ‘koalisi’ dua segmen kerakbumi (yakni segmen Simeulue dan segmen Andaman) yang terpatahkan dalam waktu sama.

Sedangkan gempa akbar Tohoku 2011 memiliki durasi 3 menit dan kecepatan pematahan (rata-rata) 3,3 km/detik atau lebih cepat dibanding gempa akbar Sumatra-Andaman 2004. Penyelidikan masih berlangsung, namun diindikasikan gempa akbar Tohoku 2011 dihasilkan oleh tiga segmen kerakbumi yang saling berdampingan dan terpatahkan secara bersama-sama.

Gempa akbar Sumatra-Andaman 2004 menggemparkan dunia ilmu kegempaan karena meletup di lokasi yang tak terprediksi sebelumnya. Gempa ini terjadi di sepanjang zona subduksi (tunjaman) antara lempeng India dengan mikrolempeng Burma yang menjadi bagian dari lempeng Eurasia. Lempeng India menyusun dasar Samudera Hindia sementara mikrolempeng Burma menjadi dasar untaian Kepulauan Andaman dan Nicobar serta ujung utara Pulau Sumatra bagian barat. Subduksi di sini bersifat sangat miring (oblique) mengingat lempeng India bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan 53 mm/tahun sementara zona subduksinya merentang berarah utara-selatan. Gempa akbar membuat seluruh margin barat mikrolempeng Burma terpatahkan. Gempa akbar ini mengejutkan sebab subduksi di sini berusia sangat tua (+/- 90 juta tahun) sehingga lempengnya sudah lebih padat dan diestimasikan lebih stabil. Namun penyelidikan pascagempa menunjukkan bahwa gempa akbar di sini adalah sesuatu yang kerap terjadi, seperti pada tahun 964 dan tahun 1400. Sehingga pola perulangannya 400 hingga 600 tahun.

Sementara gempa akbar Tohoku 2011 meletup di lepas pantai Pulau Honshu bagian utara, tempat dimana lempeng Pasifik menyubduksi mikrolempeng Okhotsk (yang menjadi bagian lempeng Eurasia). Lempeng Pasifik bergerak dengan kecepatan 8 mm/tahun ke arah barat. Muncuknya gempa akbar di margin lempeng Pasifik ini tidaklah mengejutkan, sebab umur subduksinya masih cukup muda sehingga lempeng tektoniknya memiliki densitas lebih kecil dibanding lempeng India. Sejarah menunjukkan dalam enampuluh tahun terakhir kawasan Pasifik Utara telah diguncang oleh 4 gempa akbar yang mematahkan margin lempeng mulai dari Jepang hingga Alaska.

sumber:

[1] http://rovicky.wordpress.com/2011/03/21/gempa-jepang-2011-vs-gempa-aceh-2004/

[2] http://www.hgs.org/attachments/files/1016/The%20Great%20Sumatra-Andaman%20Earthquake%20of%20December%2026,%202004%20Figure_2.jpg

BERSAMBUNG….

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: